By A Web Design Company

Penelitian & Pengembangan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam pembangunan pedesaan. Disamping menumbuhkan budaya meneliti, aktifitas penelitian merupakan cara yang tepat mengenal sumber daya yang dimiliki oleh setiap wilayah perdesaan. Untuk mengoptimalkan program ini, perlu bersinergi dengan berbagai Kampus dari latar belakang disiplin keilmuan untuk melakukan penelitian di Perdesaa. Hasil-hasil penelitian di bukukan untuk disimpan sebagai dokumen yang akan memudahkan orang-orang yang datang di desa tersebut dikemudian hari baik dalam rangka penelitian lanjutan ataupun sebagai calon investor. Hal ini akan memberi efek domino pada perkembangan pedesaan disamping memberi kemudahan bagi setiap orang yang membutuhkan data akurat serta ilmiah sebagai pijakan pengambilan keputusan.Dampak lain dari kegiatan tersebut, masyarakat akan turut terlibat dalam proses pendataan sumber daya yang dimilikinya. Dengan demikian akan tumbuh kebiasaan menulis atau membuat catatan dari berbagai kegiatan yang dilakukan, termasuk kebiasaan mencermati lingkungan alam sekitar.Program penelitian ini merupakan tantangan bagi dunia Akademisi baik Mahasiswa ataupun para Dosen untuk mengembangkan hasil-hasil penelitiannya langsung ke jantung utama pertahanan Nasional Indonesia yakni DESA.

Tujuan dari program ini adalah:

  • Meneliti dan mencari inovasi dalam budidaya pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan untuk peningkatan kualitas produk
  • Meneliti dan mencari inovasi dalam pengolahan makanan, pengawetan makanan, dan pengepakan
  • Meneliti dan mencari inovasi dalam memanfaatkan tanaman obat untuk kesehatan
  • Meneliti dan mencari inovasi dalam usaha menghasilkan energi listrik dan energi panas secara mandiri dan efisien
  • Meneliti dan mencari inovasi dalam pendirian bangunan maupun fasilitas dengan memanfaatkan kearifan lokal (local wisdom) termasuk ilmu modern
  • Membangkitkan budaya masyarakat untuk membaca, menulis, dan meneliti

Selain budidaya tanaman dan ternak, kesehatan juga penting untuk dikembangkan. Di akhir zaman ini akan banyak penyakit-penyakit baru mematikan yang muncul (spt kanker, HIV, H5N1 (flu burung), H1N1 (flu babi), dsb), maka perlu digali sumber-sumber obat tradisional sebagai upaya untuk penyembuhan maupun pencegahan. Nabi saw berkata: “tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya” (HR Bukhari dan Muslim). Penelitian akan obat-obat baru diperlukan dalam rangka menggalakan budaya atau akhlak meneliti.

Diharapkan akan ada warga yang menekuni ilmu kesehatan maupun ilmu pengobatan. Ketika warga tersebut membutuhkan tanaman obat, maka tanaman tersebut sudah tersedia di kebun.Warga yang menekuni ilmu kesehatan dapat mengajarkan cara membuat atau meracik makanan atau minuman kesehatan dan pengobatan, termasuk juga cara membudi dayakannya.

Gerak hidup kita sangat dibantu oleh tersedianya energi yang mampu menggerakan benda mati. Kalau energi bagi manusia berasal dari makanan, energi bagi benda mati berasal dari listrik dan panas. Energi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, maka penelitian dan inovasi akan kemandirian energi sangat dibutuhkan.

Seluruh ilmu hasil peraktek di lapangan yang telah ditemukan dan dikuasai baik secara fisik maupun digital harus selalu dibukukan Dokumentasi Pengalaman yang dilakukan selama proses pembangunan di Desa harus dibukukan dan disimpan di dalam perpustakaan Desa. Ilmu yang ada harus selalu ditambah dan dipraktekkan agar terus berkembang. Disamping membukukan berbagai pengalaman langsung dari masyarakat desa, juga mengumpulkan setiap hasil penelitian ataupun observasi yang dilakukan oleh individu atau lembaga-lembaga lain yang melakukan penelitian di desa baik swasta ataupun dari pihak pemrintah, seperti Lembaga Pendidikan Tinggi (Mahasiswa / Dosen), lembaga penelitian, Pusat Kajian dan penerapan teknology dll.

Kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan dapat berupa:

  1. Memberikan bantuan peningkatan kualitas produk untuk penetrasi pasar
  2. Memberikan pelatihan dalam budidaya tanaman dan ternak
  3. Memberikan pelatihan dalam pengolahan dan pengepakan makanan
  4. Memberikan pelatihan ketrampilan pembuatan rumah &furnitur bambu, termasuk teknik penebangan dan pengawetan bambu
  5. Memberikan pelatihan dalam pengobatan dengan cara tradisional, penggunaan tanaman obat maupun pijat refleksi tradisional
  6. Memberikan pelatihan mekanisasi, sistem tata lingkungan, dan infrastuktur energi
  7. Membuat semacam kurikulum untuk meneruskan ilmu dan ketrampilan ke murid (orang lain), termasuk perlu dirancang cara untuk mengembangkan ilmu, seperti metodologi dalam melakukan penelitian
  8. Melakukan kaderisasi pengajar dan membentuk ikatan peneliti
  9. Mengembangkan sistem penghargaan untuk memacu masyarakat melakukan tradisi keilmuan (membaca, menulis, dan meneliti) dan berlomba-lomba membuat inovasi atau kreatifitas baik produk maupun jasa

Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain:
  1. Bangunan perpustakaan, baik perpustakaan fisik untuk menyimpan buku-buku dan catatan-catatan, maupun perpustakaan digital
  2. Sarana belajar mengajar baik dalam bentuk bangunan beratap maupun di alam terbuka, termasuk laboratorium alam dan sekolah terbuka
  3. Laboratorium Mekanik
  4. Laboratorium Kesehatan Ternak
  5. Laboratorium Kesehatan Tanaman