|
08 January 2012
Desa Inovasi. merupakan daerah yang memiliki keistimewaan karena inivasi-inovasi yang diciptakannya. Untuk itu setiap warga perlu menjaga hubungan vertikal dengan Allah sebagai Zat yang Maha Pencipta, agar tidak dihinggapi penyakit-penyakit mental seperti sombong/takabbur, kufur nikmat dll. Untuk menjaga kualitas mental dan spiritual warga, keberadaan Masjid sebagai pusat pembinaan mental dan karakter sangat diperlukan. Dengan tumbuhnya kesadaran mental warga maka kelak diharapkan akan terbangun zona sujud yang tidak hanya terbatas pada Masjid atau Mushalla, tapi juga ditempat-tempat warga melakukan aktivitas kesehariannya, seperti di kebun, sungai, perahu dan dimana saja tempat-tempat yang nyaman agar senantiasa bersyukur kepada Allah. Hal ini akan membantu para warga / petani untuk dapat melakukan shalat wajib secara teratur/ syujud syukur setiap saat.Dari tempat inilah segala aktifitas akan dimulai. Ini penting sebagai sebuah symbol gerakan yang menujukkan bahwa seluruh dimensi kehidupan manusia berlandaskan ibadah. Dengan demikian maka setiap kegiatan yang dilakukan merupakan perpaduan tiga dimensi yakni dimensi fisik, dimensi mental/akal dan dimensi spiritual. "frameborder="no" framespacing="0">
Dimensi fisik, mental dan spiritual akan membentuk pribadi yang berkarakter dan berbudaya positif. Dengan pondasi mental atau spiritual yang kuat pula, masyarakat akan melihat desa tempat tinggal mereka sebagai anugerah yang agung, yang harus dijaga dan dilestarikan. Penduduk akan termotivasi untuk belajar memanfaatkan alam tanpa harus merusaknya. Bahkan pemerintah kita akan menghemat biaya konservasi dan pengawasan hutan dikarenakan keterlibatan masyarakat secara proaktif dan dengan kesadaran individu yang tinggi. Tiga dimensi hidup ini akan membentuk karakter & budaya positif pada diri, keluarga dan masyarakat yang kelak akan berdampak terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang memiliki daya saing yang tinggi. Insya Allah
Dengan demikian maka usaha-usaha masyarakat dapat diarahkan untuk pencapaian hasil yang maksimal (kehidupan sejahtera) melalui proses yang baik berdasarkan nilai-nilai moral dan Akhlaq mulia.
Fungsi Masjid:
- Sebagai pusat kegiatan ibadah berjamaah & aktifitas Da'wah
- Pusat kajian ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan untuk kemakmuran bersama tanpa merusak lingkungan.
- Tempat merumuskan rencana kerja dan strategi dalam pelaksanaan kegiatan/usaha dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
- Tempat lahirnya para pemikir yang bersih dan segar, yang dapat membawa perubahan kearah kehidupan yang lebih baik.
Untuk itu Masjid yang digagas oleh Desa Inovasi adalah masjid yang produktif namun tidak menimbulkan polusi sosial yang dapat mencemari lingkungan sekitar.Oleh karena tempat ini suci dan mensucikan baik jiwa maupun prilaku (akhlak)manusia, maka Masjid harus senantiasa dikelola dan dirawat kebersihan dan kesuciannya. Darinya hanya memproduksi prilaku dan akhlak yang mulia seperti yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW, dari Masjid-lah lahir ide dan gagasan positif yang manfaat, menentramkan serta memotifasi. Bukan memproduksi hal yang sebaliknya, oleh karenanya Masjid harus dijauhkan dari 3 jenis prilaku polutif yang selama ini kontra produktif dengan misi Da'wah yaitu:
Aroma dan bau tak sedap/busuk dikawasan masjid. Kebersihan merupakan pangkal dari segala jenis ibadah, oleh karenanya Masjid harus merepresentasikan diri sebagai tempat yang paling bersih dan suci.Kita tentu memaklumi bersama bahwa Sholat yang kita laksanakan selalu diawali dengan aktifitas bersuci/berwudhu. Sholat kita akan batal dengan sendirinya jika tidak didahului dengan bersuci/berwudhu. Bahkan ketika kita sudah melaksanakan wudhu pun masi dapat menimbulkan keraguan apakah sudah bebas dari najis (suci) atau belum terutama apabila tempat kita berwudhu kotor dan menimbulkan aroma tidak sedap (bau). Tentu kita tidak ingin amal ibadah yang sudah kita laksanakan dengan penuh perjuangan sepanjang hidup kita ternyata kelak diakhirat mengalami reject alias batal tanpa kita sadari sebelumnya. Jika kita renungkan ke lima rukun Islam yang merupakan landasan iman kita, maka kita akan menemukan ke lima rukun tersebut sesungguhnya isyarat dalam rangka mensucikan diri kita (pikiran, fisik dan jiwa) kita dari berbagai bentuk kotoran. Maka sangat penting bagi kita untuk menjaga Masjid tenpat sujud kita agar tetap bersih, sejuk, indah, tenang dan aman. Agar kita dapat menikmati ibadah dan munajat kita kepada Allah dengan khusyu' agar tidak membuyarkan konsentrasi ibadah yang sedang kita laksanakan. Masjid harus bebas dari polusi aroma bau busuk mulai dari tempat wudhu hingga diruang utama sholat. Dengan kata lain kita harus membiasakan diri hidup dalam pola hidup yang sehat secara Higienis dan Sanitasi.
Suara bising dan hiruk pikuk Aktifitas Ibadah yang dilaksanakan dalam Masjid hendaknya tidak menimbulkan polusi suara (background noizy) yang dapat menimbulkan kegaduhan dan mengganggu lingkungan. Meskipun Masjid merupakan pusat kegiatan Da'wah, namun tidaklah berarti bebas nilai, atau mengiterpretasikan aktivitas Da'wah dengan bebas pula. Allah memberi panduan untuk kita tentang hal ini : “Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan peringatan yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya, Tuhanmulah Yang Maha Tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang Maha tahu siapa yang mendapat petunjuk”(QS An-Nahl [16] : 125)" “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”(QS Al A'Raaf[7] :205 silahkan baca juga ayat TQS. Fushilat [41] : 33)-(Al-An-am [6] :153) Saudaraku, ayo mari ciptakan model kehidupan yang tenang, harmony mulai dari Masjid tempat kita melaksanakan Shalat setiap saat. Mulai saat ini tidak ada suara yang keluar dari Masjid kecuali panggilan Sholat "Azan",. Seluruh aktifitas didalam masjid hendaknya diperuntukka hanya kepada orang-orang yang memang datang ke Masjid. Mereka yang datang ke Masjid merupakan orang-orang pilihan yang memiliki niat dan yang secara lahir dan batin siap menerima dan mendengarkan apa saja yang disuarakan dari dalam Masjid. Sementara mereka yang berada diluar Masjid membutuhkan pendekatan Da'wah secara khusus dan itulah tugas kita bersama.
Pemikiran yang menyesatkan, berbagai aliran pemikiran yang muncul dewasa ini merupakan salah satu dampak dari kebebasan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Perkembangannya jauh melesat melampauai kemampuan penyesuaian diri kita bahkan kemampuan daya imajinasi kebanyakan dari kita sebagai masyarakat awam. Inilah era digital, zaman yang serba instan, yang masyarakatnya terbuai oleh kecanggihan teknologi. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menguasai sebagian yang lainnya lewat perang pemikiran (gouzul fikri). Berbagai gagasan,ide dan bahkan doktrin pemikiran yang tersaji dihadapan kita setiap saat. Namun tidak sedikit diantara pemikiran tersebut justru dirancang dengan sengaja untuk menghancurkan masa depan kita. Bahkan bisa jadi sebagian pemikiran yang menyesatkan itu lahir dari pola pikir kita (negative thinker) atau hasil pertemuan silaturrahiim yang kita lakukan, tidak terkecuali pertemuan yang dilakukan dari dalam masjid. untuk itu perlu meningkatkan pengkajian secara intensif terhadap sumber utama (Al-qur'an & Hadits) dan dari sumber Ulama yang haq pula. Hal ini untuk menjaga agar ide gagasan perubahan yang kita bawa keluar dari Masjid positif dan bukan ide polutif yang menibulkan keresahan bahkan bahaya bagi orang lain serta diri sendiri. Bukan pemikiran yang menimbulkan kegaduhan dan kekisruhan diantara sesama ummat manusia namun sebaliknya ketenangan dan Rahmat bagi seluruh alam semesta.
Ketiga pola tersebut jika diterapkan dalam lingkungan Masjid kita, Insya Allah akan menjadi inspirasi bagi warga sekitar untuk melakukan perbaikan pola hidup yang hygienist dan sanitasi lingkungan, tidak menimbulkan kebisingan & kegaduhan yang dapat mengganggu ketenangan warga sekitar seperti menyetel musik dengan suara keras, memasang knalpot recing kendaraan dll. Dan yang paling penting adalah berfikir positiv atau melahirkan ide dan logika-logika positiv yang membangun yang dapat menginspirasi lingkungan sekitar.Inilah pentingnya mempersiapkan kader SDM yang terbaik untuk memanage Masjid secara profesional. Dengan demikian para Manager Masjid adalah orang-orang yang visioner dengan kapasitas keilmuan yang lebih baik dari lingkungan sekitar, agar dapat menjadi uswah bagi masyarakat sekitar. Orang-orang yang mengelola Masjid harus orang terbaik dan bukan kumpulan orang-orang frustasi dan pengangguran. Bukan pula orang-orang usur yang tidak lagi berdaya secara spiritual atau keilmuan. Semoga Allah Melindungi kita dari berbagai perilaku buruk.

































