By A Web Design Company

Wisata alam / ecotourism / desa wisata atau dalama istilah agama disebut Tadabbur Alam memiliki istilah dan makna yang sangat luas, dalam konteks pembangun desa, aktifitas wisata merupakan ekses dari pembangunan seluruh elemen desa secara berkelanjutan (sutainable tourism development). Desa akan menjadi magnet yang kuat untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya ke desa secara alami ketika memiliki banyak keunggulan dari hasil Inovasi Penduduk-nya. Kegiatan wisata alam atau Wisata Kalimatullah dapat dikerjakan setelah kegiatan pemberdayaan kaum lemah yang terkait langsung dengan penduduk setempat berhasil dilakukan. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan kelekatan dengan penduduksetempat terlebih dahulu sebelum mendatangkan orang-orang asing ke wilayah mereka.


Tujuan dari program ini adalah:

  • Membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat pada alam semesta, disamping merasakan persahabatan dengan alam, peserta diajak mengenal binatang yang berbahaya dan bagaimana mengatasinya, mengenal tanaman berbahaya dan bagaimana memanfaatkannya, termasuk mengenal tanaman yang bermanfaat dan bagaimana mengolahnya.
  • Mendidik peserta wisata hidup seperti lebah: tidak merusak tempat dia hinggap atau berada, sebaliknya memberi manfaat ditempat dia hinggap atau berada (putik bunga yang dihinggapi lebah tidak akan rusak, sebaliknya lebah membantu penyerbukan tanaman dari putik tersebut).
  • Penyegaran jiwa dengan berzikir dan bertafakur mendekatkan diri kepada Allah melalui suasana alam yang tenang. Disamping itu gaung kalimatullah akan tersebar diseluruh pelosok wilayah yang digunakan untuk wisata.
  • Memakmuran wilayah,dengan banyaknya orang yang datang (bersilaturhami) maka rezeki akan mengalir ke wilayah tersebut. Hal ini dimungkinkan karena penduduk setempat akan menyediakan pelayanan bagi tamu-tamu yang datang.
Kegiatan
Kegiatan Desa Wisata antara lain berupa:
  1. Sesuatu untuk Dilihat (Something to See):
  2. Dengan sumber daya yang melimpah serta keindahan alam yang mengagumkan yang dimiliki oleh setiap desa maka inisiator “desa wisata” dapat menyelenggarakan paket-paket wisata yang dapat disaksikan oleh pengunjung berupa Educational Tours (observasi, penelitian), Historical Recreations, Processing Demonstrations, Crop Art, Natural Features, Festivals/Special Events dll. Melalui kegiatan ini setiap pengunjung diharapkan dapat bangkit kesadaran spiritualnya akan hakekat hidup melalui ayat-ayat kauniyah Allah di sekeliling.

  3. Sesuatu untuk Dilakukan (Something to Do):
  4. Aktivitas penduduk pedesaan merupakan bagian dari akar budaya bangsa kita yang kaya akan nilai dan karakteristik yang melahirkan nilai filosofi hidup yang mengagumkan. Hal ini menjadi aset kekayaan kita yang dapat dikemas dan dimanage dengan baik sehingga dapat dinikmati dan dialami oleh setiap pengunjung. Setiap tamu dapat terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang dilakukan oleh penduduk seperti aktivitas tukang tenung, petani, peternak (belajar mengembalakan binatang ternak), atau nelayan. Berbagai aktivitas wisata yang dapat dikemas antara lain: Qira’ah Al Qur’an, Shalat /diskusi di tengah hutang yang insya Allah mampu menyuburkan dan meningkatkan kualitas tanaman di sekitar, Farm School/Educational Activities, Accommodation for Outdoor Sports, Playgrounds, Pick Your Own (U-Pick), Themes for Entertainment Farming (menyaksikan penumbukan padi yang berirama), Mazes, olah raga (outbound) dll.

  5. Sesuatu untuk Dibeli (Something to Buy):
  6. Kreatifitas dan daya inovasi penduduk menjadi penentu dari ketersediaan sumber daya ini. Dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan keterampilan maka sumber daya alam yang dimiliki setiap desa dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Dengan demikian maka penduduk desa dapat menawarkan berbagai produk khas yang dapat dinikmati oleh setiap pengunjung. Dengan kemasan dan penyajian yang khas berbagai produk dapat dikemas dalam bentuk Food & Drink, Gifts & Souvenirs, Shopping at the Farm Store, A Maine Farm Store.


Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain:
  1. Saung-saung tilawah dan sholat
  2. Bangunan induk tempat pertemuan, makan dan belajar
  3. Gubuk-gubuk penginapan dilengkapi dengan fasilitas MCK berdasarkan standar hygiene dan sanitasi lingkungan.
  4. Dapur umum dan sarana memasak
  5. Joging track dan jembatan penghubung antar bukit
  6. Kolam-kolam ikan dan pemagaran tanaman
  7. Infrastruktur penyaluran air
  8. Infrastruktur penerangan jalan dan track
  9. Infrastruktur komunikasi antar saung, gubug, dan bangunan induk
  10. Infrastruktur pembuangan dan pengolahan limbah
  11. Fasilitas outbound

Tempat penginapan dapat didesign khusus yang materi bangunannya dapat dibuat dari bambu. Bahan bangunan bambu tersebut terlebih dahulu diolah, sehingga dapat memancarkan keasrian dari bangunan tempat penginapan.