By A Web Design Company

Program Desa Inovasi merupakan suatu rencana aksi untuk mewujudkan cita-cita lahirnya desa-desa inovasi di seluruh tanah air Indonesia. Ikhtiar pengembangan desa yang tertuang dalam program-program Desa Inovasi ini disusun secara integral yang mencakup seluruh aspek kehidupan mulai dari individu, keluarga dan hubungan kemasyarakatan. Program pemberdayaan masyarakat ini juga disusun secara holistik menurut prinsip-prinsip sunnatullah alam semesta. Hal ini dimaksudkan agar kelak dapat melahirkan

desa-desa inovatif dan kreatif yang berdaya saing tinggi, memiliki karakteristik yang dapat mendorong lahirnya jiwa-jiwa entrepreneur dari desa.

Desa inovasi merupakan desa yang penduduknya memiliki kemampuan (individual skill) dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mengelola lingkungan tempat tinggalnya. Seluruh aktivitas dijalankan menurut prinsip-prinsip dasar dari managemen modern, memanfaatkan teknologi tepat guna, memiliki jaringan pemasaran dll. Hal tersebut akan terwujud melalui individu dan keluarga sebagai pilar utama yang merupakan basis pembangunan.

Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan ini dimaksudkan untuk membentuk lingkungan yang ideal, yang sesuai dengan keinginan bersama tanpa melanggar aturan-aturan Allah,dengan dimulai dari pembangunan keluarga yang ideal.

Impian akan terwujudnya suatu lingkungan yang ideal digambarkan dengan jelas dalam- Visi Desa Inovasi sebagai

  • ”Wilayah yang Aman & Makmur”

Gambaran akan wilayah yang aman dan makmur tertulis di dalam al Qur’an surat Saba’ (34) ayat 15: “Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghofur” yang artinya negeri yang baik (aman dan makmur) dan mendapat limpahan ampunan dari Tuhan, atau dengan kata lain wilayah yang “Tata Titi Tenteram Kertaraharja”.

Pepatah mengatakan: “ribuan mil jarak yang ditempuh, dimulai dari langkah yang pertama”. Impian akan wilayah yang aman dan makmur tidak akan dapat langsung diwujudkan dengan sekali langkah. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam perencanaan strategis ini dijabarkan dalam misi-misi yang hendak dicapai, yaitu:

  • 1. Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Bergizi,
  • 2. Meningkatkan Ketrampilan yang Manfaat, dan
  • 3. Mengembangkan & melestarikan budaya Suci (+)

Pangan merupakan kebutuhan pokok utama manusia, tanpa pangan manusia tidak memiliki energi untuk bekerja. Program ketahanan pangan ini,ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi 4 sehat 5 sempurna. Pemenuhan gizi yang baik akan mempengaruhi kecerdasan otak manusia, yang pada akhirnya akan membantu perkembangan ilmu pengetahuan dan kreatifitas/inovasi dari lingkungan masyarakat wilayah tersebut.

Peningkatan ketrampilan ditujukan untuk mendidik semua lapisan masyarakat agar mampu memanfaatkan semua sumber daya yang ada. Pendidikan ketrampilan ini tidak semata ketrampilan teknis (pertanian, peternakan, kelistrikan, mekanik, dll), namun juga ketrampilan sosial (hukum, tata negara, hubungan internasional, aturan perdagangan, dll) dan juga ketrampilan bisnis (export/import, distribusi, perdagangan internasional, dll). Peningkatan ketrampilan non teknis ini ditujukan agar masyarakat menjadi melek (mampu melihat) dan mengerti kompleksitas dunia usaha dan bagaimana cara menghadapinya.

Misi pelestarian budaya suci adalah misi peningkatan akhlak. Seperti dijelaskan di depan, akhlak tidaklah semata sopan santun, tetapi akhlak dalam arti luas adalah budaya itu sendiri. Budaya membaca, budaya menulis, budaya meneliti, budaya berkarya, adalah bagian dari akhlak yang baik (akhlakul karimah). Termasuk dalam akhlak yang baik adalah kegigihan (sabar) dalam berusaha. Budaya lokal atau kearifan lokal (local wisdom) yang baik akan digali dan dilestarikan guna dimanfaatkan dalam menghadapi permasalahan di dunia ini.

  • ”Dengan misi-misi tersebut akan terwujud sebuah cita-cita untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan atau akhlak yang baik, seperti: kebiasaan membaca menulis dan meneliti, kebiasaan kesopanan dan kesantunan, kebiasaan kejujuran dan amanah, kebiasaan bersih diri dan bersih lingkungan, kebiasaan kerapian dan keindahan, kebiasaan makan yang halal dan toyib (baik/sehat), kebiasaan berdisiplin, kebiasaan gotong royong, kebiasaan menanam pohon, dll. Kebiasaan-kebiasaan yang baik ini, selain menjadi kebiasan keluarga dan masyarakat, juga akan menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat pedesaan, hingga terwujudnya karakter bangsa (Nation Character Building).!"

.